Rabu, 29 April 2015

TUGAS 2 ETIKA PROFESI

Apa arti SARJANA menurut pendapat anda?
Alangkah baiknya sebelum saya mulai dengan opini saya bagaimana terlebih dahulu bersama pahami arti kata sarja.  Berdasarkan kamus besar bahasa Indonesia sarjana mengandung arti sebagai sebuah penciptaan dari bahasa sansakerta secara makna harfiahnya sarjana dapat dikatakan sebagai sebuah gelar yang disematkan atau diberikan kepada sebagian orang yang telah menempuh pendidikan kurang lebih empat sampai lima tahun dalam sebuah perguruan tinggi. Diakhiri dengan sebuah pembuatan sebuah karya ilmiah atau yang biasa disebut skprisi yang didahului oleh pertanggung jawaban karya ilmiah tersebut atau yang biasa disebut dengan sidang pertanggung jawaban karya ilmiah.
Menurut saya pertanyaan diatas merupakan pertanyaan yang singkat tapi dibalik itu semua tersirat makna yang sangat besar. Sarjana??????, yahhh saya yakin semua orang khususnya para mahasiswa yang telah berguru kepada para dosenya dalam rangka menimba ilmu dunia dalam kurun waktu 4 sampai entahlah berapa tahun lamanya, tentu saya dan mereka semua sangat mendambakan gelar sarjana tersebut.
Saya pun demikian bahwa gelar sarjana tersebut sangat saya dambakan, akan tetapi ada hal yang lebih penting dari sebuah gelar sarjana dibelakang atau didepan nama kita yaitu pertanggung jawaban. Pertanggung jawaban inilah yang saya rasa sangat penting dari sekedar banyak gelar sarjana dibelakang nama kita. Artinya adalah bukan gelar sarjana yang harus kita banggakan tapi proses dalam mendapatkan gelar tersebut dalam kurun waktu yang telah ditentukan. Proses tersebut lah yang seharusnya menjadi selalu mulia dan akan mewangi sejalan gelar tersebut melekat di belakang nama kita dan sekali lagi pertanggung jawaban arti sarjana dibelakang nama kita yang menjadi sangat sangat sangat penting.

Apa arti KEJUJURAN menurut pendapat anda?
           KEJUJURAN atau JUJUR merupakan kata yang sangat singkat dan gampang untuk diucapkan tapi pada kenyataanya JUJUR atau KEJUJURAN rasanya sulit dalam mengaplikasikannya. Banyak sekali hal yang membuat seorang manusia untuk tidak bersikap jujur. Tidak perlu berkaca pada orang lain rasanya pribadi penulis pun terkadang masih jauh dari kata JUJUR atau KEJUJURAN, entah mengapa rasanya mengaplikasikan kata yang singkat itupun menjadi susah.
            KEJUJURAN atau JUJUR merupakan kata yang paling berharga diantara ratusan kata bahkan diantara emas dan berlianpun. Mengapa demikian??? Karna JUJUR atau KEJUJURAN itu mampu menghasilkan banyak manfaat yang luar biasa dibandingkan emas atau berlian, karna dari ketidak jujuran pun mampu mendatangkan masalah yang luar biasa. Sebagai contoh, banyak para jendralnya adolf hitler yang tidak jujur dibelakang beliau dianggap membawa kekalahan perang jerman pada perang dunia II, mereka semua bertindak tidak jujur dengan menyalahgunakan perintah yang diberikan, terlepas dari hal lainnya tentang adolf hitler itu membuktikan bahwa ketidak jujuran para jendralnya membawa dampak yang luar biasa pada saat itu. Banyak contoh lainya yang begitu luar biasa dari masalah JUJUR atau KEJUJURAN.
         Dalam agama islam pun bahwa kejujuran adalah sebagi sebuah modal utama dari seorang muslim yang sejati, begaimana baginda Rasulullah SAW mendapat julukan Amanah yang artinya dapat dipercaya atau tidak pernh berbohong (JUJUR). Oleh karena itu menurut pendapat saya bahwa sesulit apapun kejujuran atau jujur harus benar-benar diaplikasikan terutama oleh peribadi penulis sendiri yang jauh dari kata jujur.


Kesimpulan:
Kesimpulan berdasarkan pertanyan satu dan kedua sangat erat kitanya yang meliputi batasan nilai-nilai kehidupan, bermasyrakat, sosial, bernegara dan banyak lainnya. Lulusan sarjana yang baik bukan hanya perlu bertanggung jawab atas gelarnya semata tapi juga memiliki akhlak yang baik jujur atau kejujuran salah satunya. Negara ini banyak orang pintar tapi tidak banyak yang jujur, oleh karena itu negara ini semakin sulit bangkit apabila mentalitas seorang sarjananya bukan sarjana yang jujur!!!


Senin, 30 Maret 2015

Etika Profesi Lulusan Teknik Industri



Etika Profesi Lulusan Teknik Industri

Apa Sebenarnya Kepakaran dari Seorang Teknik Industri???
         Pada dasarnya teknik industri bertujuan untuk membentuk sarjana dengan sebuah kemampuan tinggi dalam membuat, menemukan, merancang segala sesuatu hal yang berkaitan dengan produktifitas. Berkembangnya zaman yang diiringi dengan banyaknya sarjana lulusan teknik industri menjadikan sebuah keahlian dari lulusan teknik industri wajib mutlak dikuasai oleh para lulusan sarjana teknik industri. Langkah trsebut kemudian membaginya dalam dua bagian umum yang saling berkiatan diantaranya bidang keahlian Teknik dan Manajemen Industri. Dua bidang tersebut membutuhkan disiplin ilmu yang kuat diantaranya integrasi ilmu pasti dengan beragam keterampilan serta didukung dengan ilmu-ilmu sosial.
         Bidang keahlian Teknik Industri lebih menitik beratkan pada aspek peralatan dan informasi dengan memperhatiakn aspek manusia, material, energi, perancangan, perencanaan, produktifitas yang dibutuhkan sebagai sebuah usulan dalam proses kegiatan yang berkaitan dengan aktifitas kerja.    Bidang keahlian Manajemen Industri lebih menitk beratkan pada sebuah proses perbaikan, analisa, metode baru yang digunakan dalam mengatur dan pentaaan ruang lingkup yang berkaitan dengan manajemen yang dibutuhkan selama aktifitas berlangsung. Contoh dalam hal menetapkan banyaknya bahan baku yang akan diolah menjadi sebuah produk dan lain-lain.  
         Peluang pekerjaan bagi lulusan Teknik Industri mencakup dalam segala aspek yang sifatnya luas. Hal tersebut dikarenakan masing-masing dari setiap lulusan teknik industri mendapatkan dua macam keahlian yang diperolehnya yaitu keahlian Teknik Industri  dan Keahlian manajemen Industri. Dua buah kehalian yang dimilki tersebut mengelompokan masingt-masing sarjana industry didua buah peluang pekerjaan diantaranya peluang kerja manufaktur dan jasa. Peluang kerja bidang industri manufaktur berkaitan dengan Industri Logam, Kimia Otomotif, Garment, Tekstil, Kayu dan Furnitur. Sedangkan peluang kerja bidang jasa berkitan dengan Konsultan Teknik, Perbankan, Telekomunikasi, Perdagangan, Teknologi dan Sistem Informasi.

         5 Contoh Karakter yang Tidak Ber-Etika Dalam Kehidupan Sehari-Hari
Mendengar istilah karakter membuat banyak orang menyamakan dengan kata sifat, watak akhlak atau tabiat. Kenyataanya tak selalu bisa dimaknai demikian. Kita perlu mempelajari pengertian karakter menurut para ahli agar memahami perbedaan secara harfiah, menurut beberapa bahasa bermakna seperti
Dalam bahasa latin disebut dengan “character” yang bermaknya instrument of marking, Dalam bahasa yunani disebut “to mark” yang bermakna menandai dan memfokuskan bagaimana mengaplikasikan nilai kebaikan daslam bentuk tingkah laku. Dalam bahasa perancis disebut dengan “charessein” yang bermkana mengukir, Dalam bahasa jawa disebut “watak” yang bermakna ciri wanci
W.B. Saunders, (1977: 126) menjelaskan bahwa karakter adalah sifat nyata dan berbeda yang ditunjukkan oleh individu, sejumlah atribut yang dapat diamati pada individu. Gulo W, (1982: 29) menjabarkan bahwa karakter adalah kepribadian ditinjau  dari titik  tolak etis  atau  moral,  misalnya kejujuran seseorang, biasanya mempunyai kaitan dengan sifat-sifat yang relatif tetap.
Etika adalah ilmu tentang apa yang baik, apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral.Pengertian ini muncul mengingat etika berasal dari bahasa Yunani kuno "ethos" (jamak: ta etha), yang berarti adat kebiasaan, cara berkipikir, akhlak, sikap, watak, cara bertindak. Ahmad Amin mengungkapkan bahwa etika memiki arti ilmu pengetahuan yang menjelaskan arti baik atau buruk, menerangkan apa yang seharusnya dilakukan oleh manusia, menyatakan tujuan yang harus dicapai oleh manusia dalam perbuatan dan menunjukkan jalan untuk melakukan apa yang seharusnya diperbuat oleh manusia. Adapun karakter-karakter yang menunjukan tidak memiliki etika, antara lain:
1.      Tertawa Terlalu Keras dalam lingkup ruangan yang sedang mengalami musibah atau berduka
Tertawa bukanlah hal satu-satunya yang dilarang hanya saja perlu menempatkan pada kondisi dan keadaan disekitarnya. Hal tersebut menjadi tidak pantas apabila dilakukan dalam lingkup kelurga, kelompok atau lingkungan yang sedang mengalami musibah atau berduka karna dianggap sebagai tertawa diatas penderitaan orang lain yang seharusnya sedang membutuhkan semangat.
2.      Sengaja Meludah pada saat Berpasaan dengan orang lain
Meludah melupakan hal rumlah yg dilakukan oleh manusia hanya saja bisa menepatkan pada keadaan disekitar. Apabila meludah saat berpasan dengan orang lain hendaknya sambil dihalangi oleh penghalang seperti tisu atau sebagainya dikarenakan apabila tidak seperti itu dapat mengakibatkan sebagai sebuah bentuk penghinaan atau cibiran terhdapa orang yang saat itu sedang berpapasan.
3.      Berkata kotor didepan anak kecil atau tempat umum
Perbuatan tersebut dapat dianggap sebagai hal yang tidak beretika dikarenakan secara tidak langsung memberikan pendidikan tidak langsung kepada anak kecil sehingga dalam pertumbuhannya dapat mempengaruhi psikologis anak tersebut yang seharusnyan masih membutuhkan didikan yang baik.
4.      Bericara dengan Orang yang lebih tua dengan sebutan yang tidak pantas
Perbuatan tersebut tentunya perbuatan yang tidak beretika dikarenakan harusnya orang lebih muda mampu menghargai dan menghormati yang lebih tua dengan tutur kata yang sopan.
5.      Bebohong
Pembohong, karakter ini sangat berbahaya bagi seseorang karena dampak yang diakibatkan dari berbohong sangat merugikan orang lain. Apabila orang lain mengetahui karakter ini secara dominan dimiliki oleh kita, maka setiap pekataan kita tidak akan dipercaya lagi. Di dunia kerja, kejujuran adalah etika yang sangat penting yang harus dimiliki seseorang.

         5 Aktivitas Tidak Ber-Etika Profesional Dalam Bekerja
1.      Mencuri peralatan kantor
Hal tersebut merupakan tindakan tidak beretika karena dapat merugikan perusahaan dan orang lain.
2.      Bolos Dalam Bekerja
Hal tersebut merupakan tindakan yang tidak bertanggung jawab dikarenakan membolos dapat mengakibatkan terbengkalainya pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya.
3.      Membuat Surat Keterangan Palsu
Hal tersebut merupakan tindakan yang meurgikan perusahaan yang dikarenkan bahwa membuat surat keterangan palsu merupakan sebuah manipulasi kebohongan yang dapat menghancurkan nama baik perusahaan
4.      Mengkonsumsi Minuman Keras Saat Bekerja
Hal tersebut bukan hanya merupakan tindakan tidak beretika tetapi juga membahayakan keselamatan rekan sekerja
5.      Sifat Individualis dalam bekerja
Hal tersebut dapat mengakibatkan kekompakan dalam bekerja dan pekerjaan yang sedang dilakukan lebih lama untuk diselesaikan.







    
http://www.itenas.ac.id/in/page/teknik-industri-1205240902
http://yogapermana094.blogspot.com/
http://rizkisyahputra.blogspot.com/2015/03/etika-profesi-lulusan-teknik-industri.html

Senin, 08 Desember 2014

Perecanaan Organisasional

Description: C:\Users\User\Pictures\gundar.jpg
Nama : Angga Nur Chairistiawan
Kelas : 4ID03
NPM : 30411861
TUGAS II


Perencanaan organisasional adalah proses menentukan bagaimana organisasi dapat mencapai tujuannya, dimana ditujukan pada tindakan yang tepat melalui melalui proses analisa, evaluasi, seleksi diantara kesempatan-kesempatan yang diprediksi terlebih dahulu. Pengorganisasian adalah suatu proses pembentukan kegunaan yang teratur untuk semua sumber daya dalam sistem manjemen. Penggunaan yang teratur tersebut menekankan pada pencapian tujuan sistem manajemen dan membantu wirausahawan tidak hanya dalam pembuatan tujuan yang nampak tetapi juga didalam menegaskan sumber daya yang akan digunakan untuk mencapai tujuan tersebut. Tujuan Perencanaan adalah membentuk usaha yang terkoordinasi dalam organisasi. Perencanaan Organisasional mempunyai dua tujuan :
1.      Tujuan Perlindungan (Protective) : meminimisasikan resiko dengan mengurangi ketidakpastian di sekitar kondisi bisnis dan menjelaskan konsekuensi tindakan manajerial yang berhubungan.
2.     Tujuan Kesepakatan (Affirmative) : meningkatkan tingkat keberhasilan organisasional.
Beberapa pakar memiliki pandangan tersendiri dalam konteks pengorganisasian, misalnya henry fayol dalam pengorganisasian sumber daya. Henry Fayol mengemukakan enam belas garis pedoman umum ketika mengorganisasi sumber daya-sumber daya, diantaranya sebagai berikut:
1.      Menyiapkan dan melaksanakan rencana operasional secara bijaksana.
2.     Mengorganisasi faset kemanusiaan dan bahan sehingga konsisten dengan tujuan, sumber daya, dan kebutuhan dari per soalan tersebut.
3.     Menetapkan wewenang tunggal, kompeten, enerjik, dan menuntun.
4.     Mengkoordinasi semua aktivitas-aktivitas dan usaha-usaha.
5.     Merumuskan keputusan yang jelas, berbeda, dan tepat.
6.     Menyusun seleksi yang efisien sehingga tiap-tiap departemen dipimpin oleh seorang manajer yang kompeten, enerjik, dan tiap-tiap karyawan ditempatkan pada tempat dimana dia bisa menyumbangkan tenaganya secara maksimal.
7.     Mendefinisikan tugas-tugas.
8.     Mendorong inisiatif dan tanggung jawab.
9.     Menberikan balas jasa yang adil dan sesuai bagi jasa yang diberikan.
10.    Memfungsikan sanksi terhadap kesalahan dan kekeliruan.
11.     Mempertahankan disiplin.
12.    Menjamin bahwa kepentingan individu konsisiten dengan kepentingan umum dari organisasi.
13.    Mengakui adanya satu komando.
14.    Mempromosikan koordinasi dahan dan kemusiaan.
15.    Melembagakan dan memberlakukan pengawsan.
16.    Menghindari adanya pengaturan, birokrasi, dan kertas kerja.
keuntungan dan kerugian dalam pembagian tenaga kerja.
Keuntungan :
1.      Pekerja berspesialisasi dalam tugas tertentu sehingga keterampilan dalam tugas tertentu meningkat.
2.     Tenaga kerja tidak kehilangan waktu dari satu tugas ke tugas yang lain.
3.     Pekerja memusatkan diri pada satu pekerjaan dan membuat pekerjaan lebih mudah dan efisien.
4.     Pekerja hanya perlu mengetahui bagaimana melaksanakan bagian tugas dan bukan proses keseluruhan produk.
Kerugian :
1.      Pembagian kerja hanya dipusatkan pada efisiensi dan manfaat ekonomi yang mengabaikan variabel manusia
2.     Kerja yang terspesialisasi cenderung menjadi sangat membosankan yang akan berakibat tingkat produksi menurun.
Menurut Chester Barnard akan makin banyak perintah manajer yang diterima dalam jangka panjang apabila terdapat hal-hal mengenai? Sebutkan.
1.      Saluran formal dari komunikasi digunakan oleh manajer dan dikenal semua anggota organisasi.
2.     Tiap anggota organisasi telah menerima saluran komunikasi formal melalui mana dia menerima perintah.
3.     Lini komunikasi antara manajer bawahan bersifat langsung.
4.     Rantai komando yang lengkap.
5.     Manajer memiliki keterampilan komunikasi yang memadai.
6.     Manajer menggunakan lini komunikasi formal hanya untuk urusan organisasional.
7.     Suatu perintah secara otentik memang berasal dari manajer.
Jenis-Jenis Wewenang :
1.      Wewenang Lini.
2.     Wewenang Staf.
3.     Wewenang Fungsional.
Delegasi
Terdapat tiga langkah dalam proses pendelegasian :
1.      Membebankan semua kewajiban tertentu pada individu.
2.     Proses pendelegasian melibatkan pemberian wewenang yang semestinya kepada bawahan.
3.     Penciptaan kewajiban pada bawahan untuk melaksanakan kewajiban yang dibebankan
Kendala bagi proses pendelegasian
1.      Kendala yang berhubungan dengan penyelia.
2.     Kendala yang berhubungan dengan bawahan.
3.     Kendala yang berhubungan dengan organisasi.





Sumber:
http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/kewirausahaan/bab10-perencanaan_organisasi_kewirausahaan.pdf
kewiraswastaan.wordpress.com
hardyono-panjaitan.blogspot.com




Minggu, 19 Oktober 2014

KEWIRAUSAHAAN

Tentunya kita sering sekali mendengar sebuah cerita tentang seorang wirausahawan yang sukses dalam bidang kewirausahaanya, tapi sebenarya apakah kita tau arti atau makna dari kewirausahaan atau wirausaha itu sendri???? Kewirausahaan berasal dari bahasa perancis yaitu entrepreneurship yang memiliki beberapa pengertian yaitu entreprendre dan undertake yang kaitanya dalam dunia bisnis yang berarti langkah awal atau memuali suatu bisnis. Kewrirausaaan juga dapat diartikan sebagai proses penciptaan sesuatu yang berebda nilainya dengan menggunakan usaha dan waktu yang diperlukan, memikul resiko finansial, psiologi dan social yang menyertinya serta menerima balas jasa moneter dan kepuasan pribadi. Sedangkan wirausaha dapat diartikan pengusaha atau seorang pelopor bisnis baru atau seorang manajer yang mencoba untuk memperbaiki suatu unit organissi dengan memprakarsai perubahan bentuk sedangkan menurut longenecker(2001) wirusaha adalah seorang yang memulai dan atau mengoperasikan bisnis. Dari pengertian tersebut dapat pula kita ketaui bersama tentang perilaku dari wirausahawan, terdapat tiga jenis perilaku wirausahawan yaitu memulai inisiatif, mengorganisai dan mereorganisai mekanisme sosial ekonomi serta diterimanya resiko kegagalan.
1.    Memulai Insiatif
Inisiatif merupakan tindakan awal dalam memulai suatu pekerjaan. Inistif dapat dikembangkan melalui pengembangan insitaif. Suatu inisitif akan efektif apabila dibarengi dengan displin sesuai dengan norma yang berlaku, berbagai faktor yang dapat menyebabkan sesorang tidak berbuat apa-apa walaupun dia tahu tentang berbagai hal, seperti tidak atau atau enggan mencoba suatu usaha yang sebenarya sudah diketahuinya disebebakan oleh kurangnya percaya diri, malas atau terbiasa apatis.
2.  Mengorganisai dan Mereorganisai Mekanisme Sosial Ekonomi
Tantangan dan permasalahan kewirausaahn merupakan suatu kenyataan yang harus dihadapi oleh seorang wirausaha. Tantangn dapat bersifat teknologi, social, politik dan lingkungan, pasar merupakan salah satu tantangan yang memerlukan perhatian yang cukup besar, upaya penanggulangan terhadap tantangan dapat dilakukan dengan memilih teknologi yang sesuai dengan perkembangan zaman dan mencermati perkembangan social budaya masyarakat yang menjadi focus pemasran, mengikuti perkembangan politik baik dala maupun luar negri.
3.    Menerima Resiko Kegagalan
Berani mengambil resiko yang diperhitungkan merupakan kunci awal dalam dunia usaha, karena hasil yang akan dicapai akan proporsional terhadp resiko yang akan diambil. Sebuah resiko yang diperhitungkan dengan baik-baik akan lebih banyak memberikan kemungkinan berhasil. Kegagalan merupakan sebuah vitamin untuk mneguatkan dan mempertajam intuisi dan kemampuan kita berwirausaha.
             Wirausahwan dunia modern muncul pertama kali di Inggris pada akhir abad 18 diawal dengan penemuan-penemuan baru seperti mesin uap, mesin pemintal dll. Tujuan utama yang menjadi kunci penting seorang wirausahawan adalah pertumbuhan dan perluasan organisasi melalui inovasi dan karakteristik wirausahawan. Menurut para pengamat seperti McClelland banyak karakteristik seorang wirausahawan seperti keinginan untuk beprestasi, keinginan untuk bertangung jawab, preferensi kepada resiko, persepdi kepada kemungkinan berhasil, rangsangan oleh umpan balik, aktifitas energik, orientasi ke masa depan, keterampilan dalam pengorganisaian serta sikap terhadp uang.
             McClealland juga memiliki karakteristik yang sangat sukses yang ia bangun dengan sebuah formulasi yang dia namakan n Ach tinggi yang terdiri dari kemampuan inovatif, toleransi terhadap kemenduaan, keinginan untuk berprestasi, kemampuan perencanaan realistis, objektivitas, tanggung jawab pribadi, kemampuan berdaptasi, kemampuan sebagai pengorganisasi dan administrator.
             McClealland juga membuat sebuah perancanaan yang berakitan dengan kebutuhan dasar para untuk menunjang tujuan ekonomi yang stabil. Kebutuhan dasar tersebut McClealland golongkan kedalam beberapa bagian diantaranya sebagai berikut:
1.    Kebetuhan untuk Berprestasi (n Ach)
Merupakan sebuah motivasi untuk berprestasi, karena itu kryawan akan berusaha untuk mencapai prestasi tertingginya, pencapaian tujuan tersebut bersifat realistis tetapi menantang dan kemajuan dalam pekerjaan. Contoh: wirausahawan yang menginginkan pujian dari lingkungan sebagai bentuk pengakuan terhadap prestasi tersebut.
2.    Kebutuhan untuk Berafiliasi (n Afill)
Adalh hasrat untuk berhubungan antar pribadi yang ramah dan akrab. Individu merefleksikan keinginan untuk mempunyai hubungan yang erat. Koperatif dan penuh sikap persahabatan dengan pihak lain. Individu yang mempunyai kebutuhan afiliasi yang tinggi umumnya berhasil dalam pekerjaan yang memerlukan interaksi social yang tinggi. Contoh: Wirausahawan yang ingin mempunyai hubungan baik dengan rekan kerjanya.
3.    Kebutuhan untuk berkuasa (n Pow)
Adalah kebutuhan untuk membuat orang lain berprilaku dalam suatu acara dimana orang-orang itu tanpa dipaksa tidak akan berprilaku demikian atau suatu bentuk ekspresi dari individu untuk mengendalikan dan mempengaruhi orang lain. Contoh: pegawai yang mau diatur oleh seorang wirausawan sehingga wirausahawan tersebut cukup berkuasa.
        Seorang wirausahawan tentunya harus pandai-pandai dalam menemukan sebuah peluang usaha baru. Dalam mengidentifikasi usaha baru wirauasahawan harua paham terlebih dahulu dalam mengidentifikasi permasalahan tersebut. Diantaranya sebagai berikut:
1.    Konsumen wiraushawan harus selalu memperhatikan apa yang menjadi keinginan konsumen.
2.    Perusahaan yang sudah ada mewajibkan wirausahawan harus selalu memperhatikan dan mengevaluasi produk atau jasa yang sudah ada.
3.    Saluran Distrubusi. Merupakan sumber gagasan baru yang sangat baik karena kedekatan mereka dengan kebutuhan pasar.
4.    Pemerintah merupakan sumber pengembangan baru yang terdiri dari dua cara yaitu melalui dokumen hak-hak paten yang mungkin pengembagan sejumlah baru dan melalui peraturan pemrtintah terhadap dunia bisnis yang memungkinkan munculnya produk baru.
5.    Penelitian dan pengembangan sering menghasilkan gagasan baru atau perbaikan produk yang sudah ada.
        Seorang wirausahwan juga harus mampu dalam menganalisa pulang pokok dalam bisnis yang dia jalankan. Tujuanya untuk mengetahui sejauh mana usaha yang dia jalankan berhasil dan mendaptkan keuntungan. Analsis pulang pokok dapat ditentukan melalui langkah-langkah sebagai berikut:
1.    Biaya Tetap, pengeluaran yang dikeluarkan tanpa melihat jumlah produk yang dihasilkan
2.    Biaya Variable, pengeluaran yang berfluktuasi dengan jumlah produk yang dihasilkan
3.    Biaya Total, semua nilai rupiah penjulan yang terakumulasi dari penjualan produk
4.    Pendapatan Total, Jumlah total biaya tetap dari biaya variable yang berkaitan dengan produksi
5.    Keuntungan, Jumlah pendapatan total melebihi biaya total dari produksi barang yang dijual
6.    Kerugian, Jumlah biaya total produksi barang melebihi pendapatan total yang diperoleh dari penjualan barang tersebut.
7.    Titik Pulang Pokok, Pencapaian total sama dengan biaya totalnya artinya perusahaan memperoleh pendapatan yang hanya cukup untuk menutupi biaya-biaya perusahaan taka da untung rugi.
             Sebuah wirausahawan tentunnya berkaitan dengan sebuah kepemilikan usaha yang dimilikinya, banyak jenis kepemilikan usaha yang tentunya memiliki kerugian dan kelebihan masing-masing misalnya seperti firma, dan perseroan terbatas. Kepemilikan perseorangan yang dimiliki dan dijalankan oleh 1 orang sehingga laba yang diterima tidak perlu dibagi-bagi. Kepemilikan kongsi dimiliki dan dijalankan oleh 2 orang atau lebih, kepemilikan bersama atas harta, umur perusahaan terbatas dengan adanya pembagian laba. Perusahaan perseroan merupakan perusahaan yang memiliki badan hokum, kewajiban pemilik saham terbatas pada jumlah saham yang dimilinya, kepemilikan perusahaan dapat berpindah tangan, eksistensi relative stabil.
Keuntungan utama membentuk perusahaan perseroan terbatas adalah:
1   Kewajiban Terbatas
Artinya pemegang saham sebuah perusahaan tidak memiliki kewajiban untuk obligasi dan hutang perusahaan. Akibatnya kehilangan potensial yang terbatas tidak dapat melebihi dari jumlah yang mereka bayarkan terhadap saham.
2.    Masa Hidup Abadi
Aset dan struktur perusahaan dapat melewati masa hidup dari pemegang sahamnya pejabat atau direktur. Ini menyebabkan stabilitas modal ekonomi yang dapat menjadi investasi dalam proyek yang lebih besar dan dalam jangka waktu yang lebih panjang dari pada asset perusahaan tetap dapat menjadi subjek disolusi dan penyebaran.
3.    Efisensi Manajemen
Efiensi manajemen dan spesialisai pekejaaan memungkinkan pengelolaan modal lebih efisien sehingga memungkinkan untuk melakukan ekspansi dan dengan menepatkan orang yang tepat. Efisiensi maksimum dari modal yang ada dan juga adanya pemisahan antara pengelola dan pemilik perusahaan sehingga terlihat tugas pokok dan fungsi masing-masing.
     Keuntungan utama serta kekurangan dari perusahaan perseorangan adalah sebagai            berikut:
1.        Keuntungan menjadi milik sendiri
2.        Mudah untuk mendirikannya
3.        Tidak perlu berbadan hokum
4.        Rahasia perusahaan terjamin
5.        Biaya organisai rendah tergolong sederhana
6.        Aktifitasnya relative simple
7.        Manajemen yang cukup flexible
             Kekurangan perusahaan perseorangan
1.        Aset pribadi sulit dibedakan dengan aset perusahaan
2.        Perusahaan sulit berkembang karena kurangnya ide-ide
3.        Pengelolaan tergantung kemampuan si pemilik
4.        Kelangsungan perusahaan kurang terjamin
5.        Tangung jawab pemilik terbatas
             Kelebihan dari perusahaan persekutuan
1.        Permodalanya lebih besar dari perusahaan perorangan
2.        Kelangsungan hidup perusahaan lebih lama
3.        Pengelolaan lebih mudah dan professional karena banyak pengelolaanya
4.        Ide-ide inovasi lebih lancar mengakir
             Kekurangannya dari perusahaan persekutuan
1.        Kerahsiaan perusahaan tidak terjamin
2.        Mudah terjadi konflik antar pemilik modal
3.        Adanya kepemilikan modal yang tidak bertanggung jawab










Sumber:
Ahman, Eeng. (2007). Membina Kompetensi Ekonomi. Penerbit : Grafindo Media Pratama, Bandung.
Soeryanto, Eddy. (2009). Entrepreneurship Menjadi Pebisnis Ulung. Penerbit : Elex Media Komputindo, Jakarta.
elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/bussiness_plan/File0020.PDF
http://dhikaaza.blogspot.com/2012/01/tugas-kewirausahaan.html
http://alannewhope.blogspot.com/2011/05/tugas-kewirausahaan.html